Showing posts with label Manokwari. Show all posts
Showing posts with label Manokwari. Show all posts

Saturday, May 26, 2018

Wisata Snorkeling di Manokwari

Wisata Snorkeling di Manokwari
Pemandangan Bawah Laut di Manokwari
Kota Manokwari telah lama dikenal sebagai destinasi wisata snorkeling bagi para pelancong domestik maupun internasional. Ada berbagai tempat di dalam kabupaten ini yang memiliki kawasan terumbu karang dengan pemandangan laut yang indah sekali.
Sebagai pemandu wisata, saya telah mengantar banyak sekali wisatawan domestik maupun manca negara untuk melihat terumbu karang dan ikan yang berwarna-warni. Kami biasa memulai kegiatan snorkeling di pagi hari. Setelah sarapan pagi, para peserta tur melakukan persiapan di hotel seperti menyiapkan peralatan snorkeling (mask, snorkel dan fins). Setelah itu, wisatawan akan diantar dengan perahu motor selama kurang lebih 20 menit.
Snorkeling bersama Charles Roring
Ikan Kupu-Kupu
Laut biasanya dalam keadaan tenang di pagi hari. Wisatawan bisa melihat berbagai jenis ikan mulai kedalaman 1 hingga 2 meter. Untuk peserta yang tidak terlalu mahir berenang, kami akan sediakan pelampung agar wisatawan bisa menikmati snorkeling tanpa takut tenggelam. Pelampung juga bermanfaat untuk mencegah wisatawan dari menginjak terumbu karang yang rapuh.  Jika kaca masker berkabut, wisatawan yang mengenakan pelampung bisa langsung membilasnya dengan air laut.
Terumbu Karang dan Ikan
Ikan yang mendiami perairan Manokwari ada banyak spesies, beberapa di antaranya adalah: ikan kupu-kupu (butterflyfish), ikan badut (clownfish), moorish idol, striped surgeonfish, convict surgeonfish, ikan kotak (boxfish) dan lain-lain. Ada juga duri laut (sea urchin), bintang laut (sea star) serta teripang (sea cucumber).

Kamera Bawah Air
Untuk mengambil gambar dunia di bawah air, peserta snorkeling bisa menggunakan kamera selam seperti Nikon W300, Canon D30, atau juga kamera aksi yang berkualitas tinggi seperti Brica B-Pro5 Alpha Edition Mark II atau Action Camera Eken H9R.

Transportasi dan Akomodasi
Sebagai ibukota Provinsi Papua Barat, Manokwari dihubungkan dengan berbagai kota besar di Indonesia oleh beberapa maskapai penerbangan seperti Garuda, Batik, Sriwijaya, serta Wings/ Lion Air. Kapal-kapal penumpang PELNI juga berkunjung ke pelabuhan Manokwari secara teratur.
Di kota ini, ada juga berbagai hotel yang bisa menampung wisatawan dalam jumlah banyak.
Jika Anda tertarik untuk berkunjung ke Manokwari, dan membutuhkan guide untuk snorkeling, silahkan menghubungi saya lewat email: peace4wp@gmail.com atau Whatsapp: +6281332245180.

Wednesday, May 23, 2018

Wisata Petualangan di Manokwari

Wisata Hutan
Wisata Petualangan di Manokwari, Papua Barat
Burung Cendrawasih
Manokwari adalah sebuah destinasi wisata petualangan yang sudah terkenal di manca negara. Kebanyakan wisatawan asing yang datang ke ibu kota Provinsi Papua Barat adalah pencinta alam. Mereka menikmati kegiatan pengamatan burung-burung surga atau burung cendrawasih, menjelajah hutan hujan tropis dan mengamati kuskus.  Ini adalah hewan berkantung yang biasanya keluar di malam hari untuk mencari makan atau kawin. Untuk melihatnya, pemandu lokal akan mengantar peserta tur di malam hari ke wilayah di sekitar pondok penginapan. Di sana, peserta akan diminta untuk memadam senter masing-masing. Setelah itu, pemandu akan menirukan suara kuskus betina guna menarik kuskus jantan. Ketika kuskus jantan telah mendekat, pemandu akan memperbolehkan senter dinyalakan dan peserta boleh memotret hewan nokturnal ini.
Wisata Petualangan di Manokwari, Papua Barat
Pondok berkemah di dalam hutan
Rata-rata, wisatawan asing menghabiskan 3 hari/ 2 malam di hutan Susnguakti yang terletak di lereng Pegunungan Arfak untuk berkemah dan melihat berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di sana.
Untuk melayani wisatawan, saya dan penduduk kampung telah menyediakan fasilitas perkemahan di dalam hutan. Ada pondok-pondok untuk beristirahat yang beratap seng, kasur, bantal, serta perlengkapan masak dan makan. Untuk mengamati Burung Cendrawasih Kuning dan Burung Surga Raja, ada teropong (binocular), dan spotting scope yang saya sediakan. Setiap wisatawan bisa tidur di dalam tenda dome dengan nyaman selama tur di hutan berlangsung.
Wisata Bahari
Wisata renang dan snorkeling di Manokwari
Terumbu karang di Manokwari
Setelah itu, wisatawan bisa melanjutlan wisata petualangannya dengan berenang dan snorkeling di perairan Manokwari. Terumbu karang di kawasan ini adalah habitat alami bagi berbagai jenis satwa air seperti ikan badut (anemonefish), ikan striped surgeonfish, ikan singa. Karang yang berwarna warni tersebut bisa difoto menggunakan kamera bawah laut. Untuk kegiatan berenang di perairan Manokwari, lokasinya akan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kemahiran berenang peserta tur. Untuk wisatawan yang tidak bisa berenang, mereka tetap bisa menikmati snorkeling untuk melihat terumbu karang karena kami bisa menyediakan pelampung dan alat snorkeling.
Umumnya durasi wisata petualangan di Manokwari adalah 5 hari/ 4 malam. Peserta tur sebaiknya berjumlah 3 atau 4 orang supaya biaya tur bisa dipikul bersama.
Kamera Bawah Air
Untuk pengambilan foto di bawah air, Anda bisa membeli Nikon W300 atau juga Canon Powershot D30 yang kualitas fotonya bagus sekali. Tapi, ada juga kamera aksi yang mampu menahan tekan air yang tinggi seperti Brica B-Pro5 Alpha Edition Mark II. Berikut ini adalah linknya di Toko Online Lazada:


Penerbangan:
Setiap hari ada beberapa penerbangan ke Manokwari dari kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya maupun Denpasar. Maskapai penerbangan Garuda, Sriwijaya, Batik Air serta Wings/ Lion terbang secara teratur ke ibukota Provinsi Papua Barat ini. Tiketnya bisa Anda pesan di agen tiket terdekat di kota Anda atau secara online lewat traveloka.com.
Booking
Bila Anda berminat untuk berwisata di kota Manokwari, silahkan menghubungi saya lewat email: charlesroring@gmail.com atau whatsapp: +6281332235180.

Baca juga:

Sunday, July 21, 2013

Berdansa Seperti Balerina Burung Western Parotia Merayu Sang Betina

Pegunungan Arfak adalah cagar alam di selatan kota Manokwari yang terkenal sebagai daerah tujuan wisata di antara para pengamat burung internasional. Antara tanggal 18 sampai 20 Juli, saya memandu Profesor Richard Ebright selama tiga hari melakukan perjalanan pengamatan burung di hutan awan (cloud forest) dari pegunungan tersebut. Profesor tersebut tidak sedang melakukan penelitian di Papua. Dia hanyalah seorang turis yang mengambil paket birdwatching di Pegunungan Arfak yang saya dan masyarakat setempat tawarkan di internet.
Selama berada di sana kami berhasil melihat sejumlah burung yang kebiasaan hidup mereka unik sekali. Beberapa di antaranya adalah:

  • Vogelkop bowerbird yang menghiasi tempat memikat betinanya dengan bunga-bunga dan "istana" yang terbuat dari ranting-ranting tanaman, buah dan bunga yang berwarna-warni.
  • Western Parotia yang berdansa layaknya penari balet untuk memikat sang betina.
  • Magnificent birds of paradise yang memamerkan bulunya yang indah dan menggoyangkan dua antenanya untuk memikat beberapa betina sekaligus.
Agar bisa melihat burung Papua yang unik dan indah tersebut, kami harus bersedia menunggui mereka di dalam gubuk pengamatan yang dingin, gelap, dan penuh dengan nyamuk. Rata-rata, waktu yang kami habiskan untuk menanti kedatangan setiap spesies adalah antara 3 sampai 5 jam. Penantian yang lama dan membosankan tersebut ternyata membuahkan hasil. Kami bisa melihat burung-burung tersebut dan juga beberapa spesies menarik lainnya seperti Cinnamon ground dove dan Spotted Catbird.
Burung Cinnamon ground dove suka mencari makan di permukaan tanah. Ketika kami sedang menanti kedatangan Western Parotia jantan berdansa, ternyata yang datang duluan adalah burung Cinnamon tersebut. Dia memakan biji-bijian yang jatuh dari pohon-pohon ke permukaan tanah tempat Western Parotia (Parotia sefilata) biasa berdansa. Meskipun bulu-bulunya tidak seindah burung Magnificent birds of paradise dan Lesser birds of paradise, Western Parotia memiliki kepiawaian dalam memikat sang betinanya lewat tarian alam yang luar biasa indahnya. Semoga ada koreografer yang tertarik untuk mengembangkan tarian burung ini menjadi tarian manusia yang bisa dinikmati banyak orang.  
Setelah tiga hari menjelajahi hutan pegunungan Arfak yang lewat, lembab dan dingin tersebut, akhirnya saya dan Professor Richard Ebright kembali ke kota Manokwari. Sang profesor selanjutnya akan naik kapal Dewi Nusantara untuk mengikuti paket wisata menyelam di Teluk Cendrawasih. 
Sebelum naik mobil, saya, Prof. Ebright dan sejumlah orang Papua dari Kampung Kwau berfoto bersama. Beberapa dari mereka adalah mahasiswa yang belajar di Universitas Papua. Mereka bekerja sebagai pemandu lokal, tukang masak dan tukang pikul barang (porter) dalam program eco-wisata ini. Penghasilan yang mereka peroleh sangat bermanfaat dalam menunjang biaya studi mereka. Saya sangat senang karena program eko-wisata yang saya jalankan di Manokwari Papua Barat, bermanfaat dalam menunjang pendidikan sejumlah anak-anak Papua.
Lokasi pengamatan burung-burung surga ini terletak di Gunung Soyti (salah satu dari gugusan Pegunungan Arfak). Wilayah ini berada pada ketinggian antara 1.300 sampai 1.500 meter di atas permukaan air laut. Para pelancong perlu menyewa kendaraan pick-up 4WD seperti Toyota Hilux atau Ford Ranger untuk mencapai hutan tropis yang menutupi Gunung Soyti. Lama waktu yang diperlukan adalah 2 jam. oleh Charles Roring/ Email: peace4wp@gmail.com

Tuesday, July 9, 2013

Bersama Wisatawan Perancis Menjelajah Hutan di Manokwari

Salah satu cara untuk melihat keanekaragaman hayati yang ada di dalam hutan hujan tropis adalah dengan berjalan di dalamnya. Awal Juni yang lalu, saya memandu 3 wisatawan Perancis selama 3 hari di belantara Manokwari. Pada hari pertama kami menjelajahi hutan dataran rendah yang ada di sepanjang Sungai Pami. Ini adalah perjalanan yang panjang sekali. Kami mulai pada jam 9.30 pagi dan selesai pada jam 18.30. Wisatawan Perancis itu benar-benar tangguh dan mereka dapat menyelesaikan seluruh perjalanan hari itu. Mereka adalah Anne, Stephanie dan Paul.

Mereka melihat pemandangan hutan yang indah saat berjalan menyusuri sungai Pami. Sangat sedikit turis yang sudah melalukan perjalanan ini. Tujuan dari tur adalah untuk melihat ekosistem hutan hujan tropis yang rumit. Ketika berada di dalam hutan mereka melihat berbagai spesies pohon, kupu-kupu dan burung. Salah satu burung yang menarik sekali untuk diamati adalah taun-taun yang sering terbang di kanopi hutan.
Pada hari berikutnya, program penjelajahan hutan dilanjutkan pada kawasan dataran tinggi antara 1.300 meter hingga 1.500 meter di atas permukaan laut. Wisatawan Perancis tersebut menonton beberapa burung surga seperti Western Parotia (Parotia sefilata), Magnificent Birds of Paradise (Cicinnurus magnificus) yang dalam bahasa lokal dikenal dengan nama Knang. Salah satu burung unik yang dikenal dengan sebutan raja rayu adalah Vogelkop bowerbird (Amblyiornis innornatus). Sayang sekali mereka hanya bisa melihat burung Knang hanya sekejap saja. Saat berada di dalam tempat pengamatan yang berupa gubuk sederhana, mereka berhasil melihat seekor Cinnamon fruit dove.
Pada hari terakhir dari tur yang diikuti tersebut, mereka berjalan kaki sejauh kurang lebih 7 kilometer dari tempat penginapan di kaki gunung Soyti ke Kampung Kwau. Mereka gembira sekali melihat panorama Pegunungan Arfak dengan lereng-lerengnya yang terjal ketika berjalan turun menuju kampung.
Pegunungan Arfak merupakan daerah tujuan wisata yang populer di kalangan wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Papua Barat. Siapa saja yang ingin ikut program penjelajahan hutan ini haruslah memiliki kondisi fisik yang prima. Jika Anda tertarik untuk menikmati keindahan hutan di Manokwari, silahkan menghubungi saya (Charles Roring) dengan email: peace4wp@gmail.com