Showing posts with label Surabaya. Show all posts
Showing posts with label Surabaya. Show all posts

Sunday, March 10, 2013

Hi-Tech Mall Surabaya

Hutan beton yang dikepung oleh papan-papan reklame - seperti itulah kesan pribadi saya mengenai kota Surabaya. Sebagai kota perdagangan dan ibukota Provinsi Jawa Timur, Surabaya terkenal sebagai surga bagi para pelancong yang suka berbelanja.
Cocok untuk siapa saja yang ingin berbelanja komputer dan barang elektronik
Untuk siapa saja yang hobi mengoleksi gadget canggih, Hi-Tech Mall adalah tempat yang saya rekomendasikan. Saya juga sempat ke sana beberapa kali untuk membeli memori eksternal yang sangat saya perlukan buat menyimpan foto. Selama perjalanan dari Papua ke Jawa dan selanjutnya ke Bali, saya mengambil ratusan foto yang akan saya pakai dalam menulis artikel perjalanan buat blog ini maupun website saya yang lain. Jika foto itu ditambah dengan foto yang saya ambil sewaktu mengantar wisatawan di Papua maka jumlahnya bisa mencapai ribuan file. Di Hi-Tech Mall tersebut, saya membeli 1 buah external hard drive merek Probox. Saya juga membeli satu buah tripod untuk kamera digital. Berbagai peralatan elektronik dijual di Hi-Tech Mall mulai dari televisi, laptop, iPad, kamera digital, hingga GPS. Software asli maupun bajakan tersedia pula di sana. Ngomong-ngomong tentang software, saya sendiri sempat membeli beberapa buah yang ada hubungannya dengan pekerjaan modeling dalam 3 dimensi. Sebenarnya saya lebih suka membeli yang asli namun karena harganya yang sangat mahal dan tidak ada vendor lokal maka terpaksa saya membeli software tersebut yang harganya kurang dari Rp. 50.000.  
Dipadati oleh mahasiswa dan profesional muda
Berjalan sepanjang toko-toko elektronik di dalam Hi-Tech Mall Surabaya, saya melihat banyak sekali pelajar, mahasiswa dan profesional muda yang berinteraksi dengan penjaga toko. Kebanyakan dari mereka membeli laptop dan tablet. Nampaknya trend penjualan tablet lagi naik. Banyak sekali perusahaan yang mencoba menjualnya kepada para pembeli lewat berbagai kampanye promosi mereka. Karena harga Apple iPad tergolong mahal buat konsumen di Indonesia, Samsung Galaxi, dan produk sejenis buatan China yang lebih murah menjadi pilihan para pengunjung mall.
Ada sebuah iklan yang cukup menarik perhatian saya sewaktu berada di sana. Di tangga lantai 1, Telkom Indonesia sedang mempromosikan produk andalan mereka yakni Flexi Mobile Broadband dengan koneksi data hingga mencapai 5 Mbps. Ini adalah sebuah perkembangan yang cukup menarik buat saya. Semoga produk telkom yang satu ini tersedia pula di Papua.
Pakaian juga ada
Tidak hanya komputer dan gadget canggih yang bisa Anda temukan di sana. Pakaian dengan harga yang terjangkau juga bisa didapatkan di Ramayana. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau.
Sehabis berbelanja, saya langsung menuju tempat penjualan tiket bis travel yang akan mengantar saya ke Pulau Dewata. oleh Leo Roring/ E-mail: peace4wp@gmail.com

Patung Karapan Sapi dan Papan Reklame

Saya tiba di Surabaya ketika hari sudah malam. Dijemput oleh saudara sepupu, saya dibawa ke hotel Bali tempat di mana saya akan menginap selama satu malam sebelum melanjutkan lagi perjalanan ke Bali dengan naik bis. Hotel ini terletak di pinggir Kali Mas dan tarif per malamnya tergolong murah sekali. Tubuh saya terasa lelah sehingga saya langsung mandi dan setelah itu berbaring saja di tempat tidur. Pagi harinya, saya berkunjung ke Toko Buku Togamas di Jalan Diponegoro. Ketika lewat di Jalan Jendral Basuki Rachmad, saya melihat Patung Karapan Sapi - sebuah karya seni yang luar biasa indahnya. Patung ini mengangkat atraksi budaya masyarakat Madura ke ruang publik untuk dinikmati dan diappresiasi oleh semua orang.
Sayang sekali, bagian belakang patung itu dihiasi beberapa reklame besar seperti iklan Sony Internet TV, Shampo Sunsilk dan Kopi Kapal Api. Saya tidak menolak adanya pemasangan iklan di tempat publik tetapi estetika sebuah atraksi wisata dan budaya yang ditunjukkan oleh Patung Karapan Sapi menjadi hilang dengan adanya papan-papan iklan berukuran besar tersebut. Papan iklan sebaiknya ditaruh di tempat lain saja. Sebenarnya Pemkot Surabaya perlu membersihkan kawasan sekitar patung tersebut dari papan reklame guna mempertegas vocal point dari karya seni ini. Jika itu terjadi, saya yakin akan ada banyak wisatawan yang ingin mampir untuk memotretnya sehingga secara tidak langsung mempopulerkan atraksi karapan sapi ke seluruh dunia. Semoga ada pejabat di tingkat Pemkot Surabaya atau Pemda Jatim yang membaca keprihatinan saya ini. Leo Roring/ E-mail: peace4wp@gmail.com